Unsur-Unsur Kepribadian ; Pengetahuan

Menurut Koentjaraningrat, pengetahuan adalah unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya. Setiap individu manusia yang dalam keadaan sadar tentunya akan memiliki pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah segala hal atau pemikiran yang yang ada dalam otak manusia. Manusia yang baik adalah manusia yang berpikir dan manusia yang berpikir adalah manusia yang senang bertanya. Pengetahuan ditimbulkan oleh rasa ingin tahu yang dimiliki manusia akan kondisi yang ada di sekitarnya sehingga ia bisa mengatasi kondisi tersebut demi keberlangsungan hidupnya. Dalam teori respons and challenge, pengetahuan manusia akan selalu berkembang seiring dengan tantangan alam yang ada. Maksudnya adalah semakin keras keadaan alam yang ada di sekitar manusia, maka pengetahuan manusia akan semakin tinggi sehingga peradaban yang dimilikinya semakin tinggi nilainya.
Terbentuknya pengetahuan dalam diri individu mengalami sebuah proses, yaitu persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep, dan fantasi. Persepsi didapat melalui rangsangan yang diperoleh oleh panca indra dan kemudian diproses oleh otak sehingga didapatkan sebuah penggambaran yang bersifat umum. Pada saat kita berekreasi ke pantai, kita akan merasakan hembusan angin pantai yang deras, suara deburan ombak, dan pohon nyiur yang daunnya bergerak akibat tiupan angin, hal ini lah yang disebut dengan persepsi. Penggambaran tentang pantai yang ada di otak akan berubah pada keadaan dimana diterimanya penggambaran baru dari individu lain yang berupa cerita atau media seperti foto tentang pantai yang berbeda. Penggambaran yang telah dimiliki oleh individu akan mengalami perkembangan dengan bertambahnya pengertian akan penggambaran yang telah dimilikinya. Didapatkannya penggambaran baru tersebut disebut dengan apersepsi.
Tidak jarang persepsi yang telah dimiliki manusia juga dapat menimbulkan rasa keingintahuan individu pada hal yang sifatnya lebih rinci dan terfokus yang disebut dengan pengamatan. Manusia sebagai makhluk yang unik, yang berlainan antara manusia yang satu dengan yang lainnya sehingga tanggapan akan sesuatunya juga berlainan. Ada yang gemar pada suatu benda, padahal benda tersebut mungkin saja tidak disenangi oleh individu lain. Kegemaran tadi akan menyebabkan individu lebih memusatkan perhatiannya pada benda yang sifatnya lebih khusus tersebut sehingga ia akan mendapatkan pengertian yang lebih lengkap dan terperinci.
Seorang individu juga dapat merekonstruksi penggambaran-penggambaran akan sesuatu yang belum diketahuinya atau belum dirasakannya melalui panca inderanya secara abstrak berdasarkan bagian-bagian penggambaran yang sifatnya sama dengan cara menggabungkan penggambaran-penggambaran dan berdasarkan azas-azas tertentu. Galileo menyatakan bumi itu bulat, padahal sebelumnya belum ada yang pernah berkeliling dunia. Ia berani mengungkapkan pernyataan tersebut berdasarkan pengalaman-pengalaman yang didapatkannya dari kehidupannya. Pada tingkatan ini manusia telah membuat sebuah konsep.
Penggambaran baru juga dapat dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi berdasarkan keinginan dari setiap individu. Hal ini disebut dengan fantasi. Manusia akan selalu memiliki fantasi karena pemikirannya yang hampir tidak ada batasnya. Keinginan yang dimiliki manusia menimbulkan sebuah cita-cita sehingga ia akan berusaha untuk meraihnya. Fantasi membawa dampak positif bagi individu karena individu dapat membuat sebuah perencanaan akan hari-hari selanjutnya berdasarkan pengalaman-pengalaman yang didapatkannya dari hari-hari sebelumnya.
Pengetahuan dapat hilang dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya yang disebut dengan sub-conscious. Akan tetapi pengetahuan tersebut tidak hilmh begitusaja tetapi hanya dilupakan untuk sementara dan pengetahuan itu dapat kembali lagi dalam kesadarannya walaupun hanya sebagiannya. Sebagai contoh, kita mungkin dapat melupakan seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup, seperti mantan kekasih. Akan tetapi kita bisa mengingat kembali kenangan-kenangan yang pernah kita lalui bersama si dia pada saat kita bertemu lagi dengannya setelah sekian lama tidak bertemu.
Selain itu, pengetahuan manusia juga bisa masuk kedalam alam tak sadar yang disebut dengan unconscious. Berbeda dengan pengetahuan yang masuk kedalam sub-concious, pengetahuan yang masuk kedalam unconsciuos dapat timbul kembali pada saat individu berada dalam ketidaksadarannya, seperti mengigau. Individu yang sebelum ia beristirahat, tetap mengingat pekerjaannya, sehingga tanpa sadar ia berbicara sendiri tentang hal-hal dalam pekerjaannya tadi.

About these ads

2 Komentar (+add yours?)

  1. de'niisa
    Jan 16, 2011 @ 12:15:15

    thx !!!

  2. wewyn fonge
    Apr 23, 2013 @ 00:52:32

    makasih info nya, bermanfaat sekali :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: